Keputusan yang Membawa Perubahan

Keputusan yang Membawa Perubahan
2 Korintus 3 : 5 – 6 — “ Dengan diri kami sendiri
kami tidak sanggup untuk memperhitungkan
sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak,
kesanggupan kami adalah pekerjaan ALLAH. IAlah
membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-
pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak
terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh,
sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh
menghidupkan.”
Dari seorang pencandu kemudian tampil menjadi
HAMBA TUHAN yang aktif melayani dimana-mana.
Itulah sebuah perubahan signifikan dari seseorang
yang saya kenal. Pertobatannya ternyata
membawa perubahan radikal dalam sikap dan
keputusan-keputusan yang ia ambil dalam
hidupnya. Dan dia selalu bercerita bahwa
perubahan itu membawa sukacita dalam dirinya. Ia
kemudian bersaksi pula bahwa meski ia sudah
ingin meninggalkan segala yang buruk, adalah ROH
KUDUS yang kemudian mampu memulihkan
sepenuhnya, bahkan kemudian mengubahnya
menjadi pekerja yang luar biasa di ladang TUHAN
jauh lebih cepat dari yang ia kira.
Setiap hari dalam hidup ini kita dihadapkan pada
berbagai keputusan yang harus diambil, mulai dari
keputusan besar maupun yang kecil atau sangat
sederhana. Apakah kita mau terus tidur atau kita
bangun, melakukan saat teduh atau tidak, apakah
kita memilih untuk bekerja sungguh-sungguh atau
malas-malasan, apakah kita memilih untuk jujur
atau menipu, apakah kita memilih untuk mengasihi
atau membenci, mendendam atau mengampuni,
dan sebagainya.
Setiap hari dalam masalah-masalah yang mungkin
sepele dan tidak kita pikirkan, sebenarnya kita
berhadapan dengan pengambilan keputusan,
dimana sadar atau tidak, apa yang kita putuskan
itu akan berpengaruh pada masa depan kita atau
bahkan bisa mempengaruhi lebih luas lagi hingga
mungkin saja bisa mengubah dunia.
Kita bisa melihat contoh nyata dari Bunda Teresa.
Keputusan yang ia ambil tidaklah mudah, tapi
keputusan untuk melayani di Kalkuta ternyata bisa
memberkati begitu banyak orang, bahkan masih
dan akan selalu dikenang dunia sampai kapanpun.
Bayangkan jika beliau mengambil keputusan yang
berbeda, maka sejarah dunia pun akan berbeda.
Ada begitu banyak keputusan yang pada awalnya
kecil atau sederhana, tapi kemudian bisa berakibat
pada perubahan besar.
Mari kita lihat bagaimana reaksi awal Musa ketika ia
hendak dipakai TUHAN. Musa adalah nabi yang luar
biasa dan dihormati oleh begitu banyak orang dari
kepercayaan yang berbeda, dari generasi ke
generasi. Tapi lihatlah bahwa untuk menjadi besar
seperti itu, Musa terlebih dahulu harus melewati
sebuah proses. Alkitab mencatat dengan jelas
bahwa pada awalnya Musa sempat berbantah-
bantahan dengan TUHAN.
Musa terus mencari alasan, berkelit agar tidak perlu
menurut untuk dipakai TUHAN. “Lalu sahut Musa:
“Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku
dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan
berkata: TUHAN tidak menampakkan diri
kepadamu?” Keluaran 4 : 1
TUHAN pun kemudian menunjukkan beberapa
mukjizat. Patuhkah Musa ? Belum. Musa terus
berbantah. “Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah,
TUHAN, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun
tidak dan sejak ENGKAU berfirman kepada hamba-
MUpun tidak, sebab aku berat mulut dan berat
lidah.” Keluaran 4 : 10
TUHAN kemudian mengatakan bahwa semua itu
adalah ciptaan-NYA, termasuk mulut dan lidah
Musa, dan bukan “ringan” mulut Musa yang TUHAN
minta namun kesediaannya. Sebab TUHAN sendiri
yang akan menyertai lidah dan mengajar apa yang
harus ia katakan. Keluaran 4 : 11 — “ Tetapi TUHAN
berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat
lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu
atau tuli, membuat orang melihat atau buta;
bukankah AKU, yakni TUHAN ?”
Cukup ? Tidak juga. Musa terus berkelit. “Tetapi
Musa berkata: “Ah, TUHAN, utuslah kiranya siapa
saja yang patut KAU utus.” Keluaran 4 : 13
Maka TUHAN pun murka. Musa menjadi takut, dan
ia memilih untuk mengikuti perintah TUHAN. Dalam
Keluaran 4 : 18 — “ Lalu Musa kembali kepada
mertuanya Yitro serta berkata kepadanya:
“Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-
saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat
apakah mereka masih hidup.” Yitro berkata kepada
Musa: “Pergilah dengan selamat.”
Kita membaca akhirnya Musa mengambil
keputusan untuk taat menjalani apa yang
diperintahkan TUHAN, dan setelah itu kita tahu
bagaimana TUHAN memakai Musa secara luar
biasa, dimana hasilnya masih tetap dikenang orang
hingga hari ini dan menjadi salah satu bagian
terpenting dalam sejarah dunia.
Masalah berkelit dan berbantah ini tidak hanya
dilakukan Musa. Ada beberapa nabi lainnya yang
juga melakukan hal ini. Nabi Yeremia misalnya. Ia
berkelit dengan alasan bahwa ia masih terlalu
muda dan belum saatnya untuk tampil di depan.
Yeremia 1 : 6 — “ Maka aku menjawab: “Ah, TUHAN
ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara,
sebab aku ini masih muda.”
Atau Yunus yang memilih untuk melarikan diri dari
tugas yang disematkan TUHAN kepadanya. Pada
akhirnya kita tahu bagaimana mereka dipakai
TUHAN secara luar biasa. Lihatlah bahwa semua itu
berawal dari sebuah keputusan. TUHAN boleh
mengutus, namun jika orang yang bersangkutan
tidak mengambil keputusan maka tidak akan bisa
membawa perubahan apa-apa. Singkatnya kita
bisa belajar bahwa keputusan yang kita ambil hari
ini akan sangat menentukan masa depan kita.
Seringkali kita sulit untuk melepaskan diri dari zona
kenyamanan kita. Kita terbiasa untuk punya seribu
satu alasan untuk menghindar dari apa yang
diinginkan TUHAN untuk kita perbuat. Jangankan
melayani, membantu orang yang susah saja
rasanya sudah berat. Padahal TUHAN ingin kita
semua menjadi perpanjangan tangan-NYA untuk
mewartakan Injil, menjadi garam dan terang, agar
dunia bisa mengenal KRISTUS dan selamat lewat
diri kita masing-masing.
Selalu saja ada alasan yang bisa kita kemukakan
untuk mengelak dari itu. Terlalu muda, terlalu tua,
tidak pandai bicara, terlalu sibuk, sulit menghadapi
orang, kekhawatiran ini dan itu, bagaimana jika
begini dan begitu, semua kita pakai sebagai excuse
untuk menghindar dari kewajiban melakukan
pekerjaan Tuhan.
Musa, Yeremia, Yunus, mereka ini pada awalnya
tidak menyadari bahwa sebenarnya bukan
kekuatan dan kehebatan mereka yang TUHAN
minta, namun kesediaan mereka. Karena TUHAN
sendirilah yang sebenarnya bekerja. Kepada
Yeremia, TUHAN memberikan jawaban demikian:
“Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah
katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada
siapapun engkau KUutus, haruslah engkau pergi,
dan apapun yang KUperintahkan kepadamu,
haruslah kau sampaikan.” Yeremia 1 : 7
Apa dasarnya ? “Janganlah takut kepada mereka,
sebab AKU menyertai engkau untuk melepaskan
engkau, demikianlah Firman TUHAN.” Yeremia 1 : 8
Lihatlah bahwa sebenarnya TUHAN sendiri yang
bekerja. Siapapun bisa dipakai TUHAN secara luar
biasa, karena TUHAN tidak butuh ahli-ahli
melainkan butuh hati yang rindu untuk mengasihi
orang lain, seperti halnya TUHAN telah mengasihi
kita. Mereka, dan juga kita, anda dan saya,
hanyalah perantara-perantara dimana TUHAN rindu
untuk melakukan pekerjaan-NYA melalui kita.
TUHAN tahu persis kekurangan dan kelemahan kita
masing-masing. Tapi itu semua tidaklah menjadi
penghalang bagi kita untuk mampu bekerja di
ladang TUHAN. Bukankah seharusnya kita
menganggapnya sebagai sebuah kehormatan jika
TUHAN mau memakai kita ?
“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa
yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari
padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan,
dan hidup dengan rendah hati di hadapan
ALLAHmu?” Mikha 6 : 8
Kata “mencintai kesetiaan” dalam bahasa Inggris
disebut: “to love kindness and mercy”. TUHAN
telah memberikan segala sesuatu yang baik kepada
kita, dan oleh karena itu sangatlah wajar jika
TUHAN menuntut kita pula untuk selalu suka
berbuat baik, mengasihi orang lain, membantu
mereka dan memperkenalkan kebesaran TUHAN
pada mereka yang belum mengenal-NYA.
TUHAN menghendaki setiap orang bisa
diselamatkan dan bisa memperoleh pengetahuan
akan kebenaran. 1 Timotius 2 : 4 — “ yang
menghendaki supaya semua orang diselamatkan
dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”
Tidak ada satupun manusia di kolong bumi ini yang
TUHAN inginkan untuk binasa. Karenanya TUHAN
mau memakai kita semua untuk melakukan
pekerjaan yang bisa membawa keselamatan bagi
banyak orang.
Penjelasan Paulus mengenai prinsip seorang
pengerja. ” Dengan diri kami sendiri kami tidak
sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-
olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan
kami adalah pekerjaan ALLAH. IAlah membuat kami
juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu
perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang
tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis
mematikan, tetapi Roh menghidupkan.” 2 Korintus
3 : 5 – 6
Ya, bukan kekuatan dan kemampuan kita yang
diandalkan dan membuat kita sanggup, tapi
TUHAN sendiri yang bekerja melalui kita. Ketika
TUHAN memilih anda dan saya untuk sebuah
pekerjaan penting di ladang-NYA, itu artinya TUHAN
pasti sudah memberi kita kemampuan untuk
melaksanakannya.
Ada ROH KUDUS yang akan terus membimbing kita
untuk bekerja. Saya bukanlah lulusan teologia dan
penulis. Namun keputusan yang saya ambil untuk
mau bekerja bagi DIA membawa begitu banyak
perubahan dalam diri saya, dan semoga juga bisa
memberkati teman-teman sekalian.
Saya menyaksikan sendiri berkali-kali bagaimana
kuasa TUHAN begitu luar biasa, saya begitu
bersukacita melihat banyak orang mengalami
pemulihan. Itu sangat indah. Jangan sampai ada di
antara kita yang menolak tugas yang telah TUHAN
YESUS berikan bagi kita.
Tidak harus selalu menjadi pengkotbah, pengerja,
diaken, pemimpin pujian, pemusik, tapi bisa dalam
bentuk apapun, bahkan di luar lingkungan gereja.
Di market place, di kantor, di kampus, akan ada
perubahan nyata ketika kita mau mengambil
keputusan untuk mengikuti apa yang TUHAN
YESUS inginkan.
Melayani merupakan kewajiban kita sebagai anak-
anak TUHAN. Akan ada konsekuensinya ketika kita
menolak apa yang TUHAN YESUS gariskan untuk
kita.
“Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang
lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia
sendiri berseru-seru.” Amsal 21 : 13
Dari kisah Musa pun kita melihat bahwa
membantah TUHAN akan mendatangkan murka-
NYA.
Yang pasti, apa yang kita putuskan hari ini akan
sangat menentukan masa depan kita, orang lain
bahkan bisa pula dunia.
So, find your calling, and follow what God wants
you to do.
Make the right decision today !!!
Keputusan kecil yang anda ambil saat ini mampu
mendatangkan perubahan besar.
TUHAN YESUS Memberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s