SETIA

• Setia
Amsal 20 : 6 — “ Banyak orang menyebut diri baik
hati, tetapi orang yang setia, siapakah
menemukannya?”
Seorang teman yang berulangkali kecewa terhadap
pasangannya bercerita bahwa ia mulai merasa
putus asa dalam menanti kehadiran pria yang bisa
dipercaya dan setia. “Jujur, sekarang saya trauma
dan sulit untuk bisa percaya.” katanya. Berkali-kali
ia dikhianati sehingga ia cenderung menutup diri
jika ada pria yang mulai mendekatinya. “Orang baik
itu banyak mas.. tapi yang setia itu langka..
mungkin malah tidak ada lagi.” katanya.
Apa yang ia katakan mungkin ada benarnya jika
melihat tendensi di jaman modern ini. Lewat
berbagai media hiburan seperti lagu, film dan
kejadian sehari-hari kita seolah diajarkan bahwa
ketidaksetiaan adalah sesuatu yang manusiawi dan
lumrah. Tidak heran maka semakin lama semakin
sulit saja menemukan sosok manusia yang bisa
setia, baik dalam pekerjaan, pertemanan,
organisasi dan tentu saja seperti yang dialami
teman saya, dalam hubungan seperti berpacaran
atau pernikahan. termasuk tentunya pada TUHAN.
Ada banyak alasan yang bisa dijadikan dasar untuk
melegalkan ketidaksetiaan itu. Membesar-besarkan
kekurangan pasangan, mencari-cari kejelekan
misalnya, sampai kepada menyalahkan pihak
ketiga, itu contoh alasan klasik yang sering
dikemukakan. Padahal soal setia atau tidak itu
tergantung pilihan dan keputusan kita sendiri.
Mencari orang baik mungkin mudah, tapi mencari
orang yang setia sama sulitnya dengan mencari
jarum ditumpukan jerami. Seperti itu hari ini,
dahulu pun sama. Itu persis seperti apa yang
dikatakan Salomo dalam salah satu Amsalnya.
“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi
orang yang setia, siapakah menemukannya?”
Amsal 20 : 6
Mengaku teman itu mudah, namun menjadi
sahabat yang setia baik dalam suka maupun duka
susahnya minta ampun. Mencari orang yang baik
itu jauh lebih muda ketimbang orang yang setia,
bisa dipercaya. Dari masa ke masa kita akan terus
berhadapan dengan masalah ini, bahkan diantara
kita sendiri pun mungkin sulit untuk setia. Padahal
seharusnya tidak demikian, karena kesetiaan
merupakan salah satu kualitas utama yang
diharapkan ada dalam diri orang percaya. Lihatlah
pesan Paulus kepada Timotius.
” Tetapi engkau hai manusia ALLAH, jauhilah
semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan,
kasih, kesabaran dan kelembutan.” 1 Timotius 6 :
11
Sementara Salomo mengingatkan “Sifat yang
diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih
baik orang miskin dari pada seorang pembohong.”
Amsal 19 : 22
Kepada sesamanya manusia sulit setia, kepada
TUHAN demikian. Sementara TUHAN memberikan
kasih setia-NYA yang begitu besar, untuk setia
sedikit saja kita susah. Banyak alasan yang bisa kita
kemukakan. Mulai dari merasa permintaan tidak
didengarkan TUHAN, tidak kunjung lepas dari
kesulitan, uang, jabatan bahkan jodoh. Tidak jarang
kita melihat orang yang rela menyangkal imannya
demi keuntungan-keuntungan pribadi dan sesaat.
TUHAN begitu mengasihi kita. Bahkan ANAK-NYA
YESUS KRISTUS yang tunggal pun rela TUHAN
berikan agar kita semua selamat. Kurang apa lagi ?
Kehadiran YESUS KRISTUS di dunia ini untuk
menggenapkan kehendak BAPA pun sudah
menunjukkan sesuatu yang seharusnya bisa kita
teladani.
YESUS KRISTUS membuktikan kesetiaan-NYA
menanggung segala beban dosa kita sampai mati.
Tanpa itu semua mustahil kita bisa menikmati
hadirat TUHAN hari ini dan mendapat janji
keselamatan setelah episode kehidupan di dunia
ini. Kita mengaku sebagai anak TUHAN, tapi kita
tidak kunjung bisa meneladani YESUS KRISTUS.
Disamping itu sering pula kita terus meminta
perkara besar dalam doa-doa kita, sementara
perkara kecil saja kita tidak bisa menunjukkan
kesetiaan dan tanggung jawab. Apa yang dijanjikan
TUHAN YESUS kepada orang setia sesungguhnya
jauh lebih besar daripada berkat dalam kehidupan
dunia yang sementara ini. “Hendaklah engkau setia
sampai mati, dan AKU akan mengaruniakan
kepadamu mahkota kehidupan.” Wahyu 2 : 10c
Ada mahkota kehidupan yang siap dikaruniakan
kepada semua orang yang mau taat dan setia
sampai mati.
Dalam perumpamaan tentang talenta kita bisa
melihat bagaimana pandangan TUHAN YESUS
tentang kesetiaan. Saat kita diberi perkara kecil,
kita harus sanggup mempertanggungjawabkan itu
dan melakukannya dengan baik sebelum menerima
perkara yang lebih besar lagi.
Lihat apa kata TUHAN YESUS kepada hamba yang
mampu setia kepada perkara kecil yang
dipercayakan TUHAN. “Maka kata tuannya itu
kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai
hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia
dalam perkara kecil, aku akan memberikan
kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang
besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan
tuanmu.” Matius 25 : 21
Bagaimana reaksi TUHAN YESUS kepada orang
yang tidak setia ?
Apakah TUHAN YESUS harus tetap mempercayakan
sesuatu yang lebih besar kepada orang yang tidak
sanggup bertanggungjawab dalam perkara kecil ?
Tentu tidak.
“Campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke
dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah
akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Matius 25 :
30
Itulah yang akan menjadi bagian dari orang yang
tidak setia. Maka benarlah nasihat yang diberikan
Lukas. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara
kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-
perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-
perkara besar.” Lukas 16 : 10
Sejak sekarang, mulailah setia dari perkara-perkara
kecil. Ketika ada sesuatu yang dipercayakan TUHAN
YESUS kepada kita, lakukanlah dengan benar dan
dengan setia. Lantas bersyukurlah senantiasa,
meski apa yang ada saat ini dipercayakan masih
terlihat seolah kecil.
Ingatlah bahwa TUHAN YESUS pasti menghargai
kesungguhan, kejujuran dan kesetiaan anda. Pada
saatnya nanti, TUHAN YESUS akan mempercayakan
sesuatu yang lebih besar. Menjadi baik saja tidak
cukup, kita harus mampu pula meningkatkan
kapasitas diri kita untuk menjadi pribadi yang setia,
yang bisa dipercaya.
Untuk menerima janji dan berkat TUHAN
dibutuhkan usaha serius dan perjuangan kita
untuk terus setia. Dan semua itu berawal dari hal
yang kecil. TUHAN YESUS akan melihat sejauh
mana kita bisa dipercaya untuk sesuatu yang lebih
besar lagi. Tidaklah sulit bagi TUHAN untuk
memberkati kita, tapi kita dituntut untuk
membuktikan dulu sejauh mana kita mampu setia
kepada-NYA.
Disamping itu, saya pun percaya bahwa lewat hal-
hal yang kecilpun TUHAN YESUS mampu
memberkati kita secara luar biasa. Apapun yang
ada pada kita saat ini, bersyukurlah untuk itu, dan
lakukan sebaik-baiknya dengan kesetiaan dan
kejujuran.
TUHAN YESUS mampu memberkati itu menjadi luar
biasa, dan mempercayakan kita untuk hal-hal yang
lebih besar lagi pada suatu saat nanti. Setia dalam
perkara kecil adalah awal dari hadirnya perkara
besar.
• Bagi Semua Orang Percaya Di Seluruh Dunia
Karena pentingnya, di bawah ini Saya tekankan,
bagi SEMUA orang percaya TUHAN YESUS KRISTUS
dimana saja Anda berada.
1. TAAT !!!
Saat setiap Orang Percaya mulai atau terus
MENAATI ALLAH, iblis akan merasa gagal dan
kecewa dalam usahanya untuk menunda dan
menghancurkan kehendak TUHAN atas dunia.
Ketaatan yang sederhana akan menghasilkan
kemenangan rohani yang luar biasa. iblis takkan
memiliki strategi yang dapat berhasil untuk
menghentikan setiap Orang Percaya yang
menjalankan ketaatan. Ketaatan adalah kata
KUNCI. Karena ketaatan lebih baik daripada korban
sembelihan, dan mendengarkan TUHAN lebih baik
daripada korban bakaran. Amin. Setiap orang,
taatilah TUHAN !!!
2. RAHASIA-RAHASIA !!!
Saat setiap Orang Percaya berjalan di dalam
ketaatan, TUHAN akan mulai menyatakan lebih
banyak lagi rahasia-rahasia profetik kepada mereka
melalui para nabi bagi tahun ini. Tahun ini akan
menjadi suatu tahun dimana kapasitas rohani para
nabi akan bertambah untuk menerima dan
melepaskan lebih banyak lagi RAHASIA-RAHASIA
bagi Gereja. Inilah yang Amos maksudkan dalam
Amos 3 : 7, “Sungguh, TUHAN ALLAH tidak berbuat
sesuatu (hal spiritual yang penting) tanpa
menyatakan RAHASIA-NYA kepada hamba-hamba-
NYA, para nabi.”
Para nabi akan berhadapan dengan tingkat rahasia
yang lebih tinggi lagi dibanding sebelumnya.
Individu, konferensi, gereja, kota, wilayah, dan
bahkan bangsa-bangsa akan menerima RAHASIA-
RAHASIA yang disingkapkan oleh para nabi bagi
mereka. Tingkat pewahyuan yang baru dan bahkan
yang lebih mematikan akan dinyatakan kepada
para nabi. RAHASIA- RAHASIA ini akan
memperlengkapi Gereja untuk menjalankan
perannya di bumi di tahun ini dan seterusnya.
Gereja takkan lagi dipermainkan oleh sekelilingnya.
Perhatikanlah !!!
3. SARINGAN !!!
Saat setiap Orang Percaya berjalan di dalam
ketaatan, semua SARINGAN “pendengaran” yang
negatif – penghalang, rintangan, dan larangan
yang mempengaruhi pendengaran kita akan suara
TUHAN – akan dihilangkan. Persepsi Profetik yang
Utuh (pendengaran) sedang dipulihkan bagi
Gereja. TUHAN akan mulai mendengar dengan
lebih jelas dan bertindak dengan lebih meyakinkan
akan Firman TUHAN.
4. PENGHORMATAN !!!
Tahun ini adalah tahun untuk memberi
penghormatan. Gereja harus meningkatkan
penghormatan bagi para pemimpin mereka.
“Berilah hormat kepada orang yang BERHAK
menerima hormat,” kata TUHAN. Setiap Orang
Percaya harus melakukan sesuatu untuk
menghormati seorang hamba TUHAN yang telah
memberkati hidupnya. Bahkan jika hal ini berarti
kembali ke masa 30 tahun yang lalu untuk
memberkati atau memberkati seseorang yang telah
memberkati anda. Di tahun ini, setiap Orang
Percaya harus melunasi hutang PENGHORMATAN
kepada siapa mereka telah berhutang. “Janganlah
kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga,”
kata TUHAN !!!
Saya sangat mendorong setiap Orang Percaya
untuk menghormati atau memberkati setiap
hamba TUHAN yang telah menolong anda di dalam
kehidupan rohani anda. Namun, janganlah
menghormati mereka untuk mendapatkan sesuatu
yang lebih atau sesuatu yang baru; cukup hormati,
berkati, atau berilah kepada mereka karena apa
adanya mereka dan karena apa yang telah mereka
lakukan kepada anda di masa lalu.
5. HIKMAT ALLAH !!!
Hikmat ALLAH akan didengar dan dilihat di dan
melalui Gereja dengan cara yang baru. Inilah
waktunya bagi Gereja untuk sepenuhnya mengerti
apa yang dikatakan oleh EFESUS 3 : 10, “Supaya
sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai
ragam HIKMAT ALLAH kepada pemerintah-peme
rintah dan penguasa-penguasa sorga.”
6. KREATIF !!!
Para rasul dan nabi akan mulai melepaskan
serangan deklarasi kreatif profetik atas Gereja. Hal-
hal ini tidak berupa khotbah ataupun pengajaran,
melainkan deklarasi kreatif “masa kini” yang diurapi
dari Surga, “perkataan-perkataan membangun”
yang harafiah. Perkataan-perkataan mereka akan
memiliki suatu dimensi yang memberi hidup –
dimensi kreatif “yang menjadi nyata” secara
harafiah saat mereka bernubuat. Para rasul dan
nabi akan bekerja dan menyatakan lebih banyak
lagi pewahyuan di dalam pelayanan mereka
dibanding 10 tahun terakhir pelayanan mereka.
Luar biasa !!!
7. MEDIA !!!
Kita akan merebut kembali media dari dunia ini.
Setiap pelayanan Kristiani yang berkesempatan
untuk mengudara di radio atau TV harus
melakukannya saat ini !!!
8. RASA TAKUT !!!
Gereja harus bertobat dari dosa rasa takut. Hal ini
sudah mewabah di dalam Gerjea. Kita harus
berpindah dari ketakutan menuju tak kenal gentar.
iblis menggunakan rasa takut sebagai strategi
nomor satunya, dan hal ini terbukti berhasil.
9. KEKUDUSAN !!!
Inilah waktunya bagi Gereja untuk membersihkan
semua tindakannya. “Semua pencemaran JASMANI
DAN ROHANI…” akan diberantas dari Gereja.
10. MIMPI-MIMPI !!!
Tahun ini akan menjadi suatu tahun dimana
SEMUA Orang Percaya akan melihat suatu kenaikan
yang dramatis dalam sejumlah mimpi-mimpi rohani
yang mereka alami. 75% dari mereka akan
menerima tanda-tandanya.
Perhatikan peringatan ini !!!
TUHAN YESUS Memberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s