Ibunda Almasih Wanita yang Dimuliakan Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Agustiar Nur Akbar
Kaum wanita memiliki sejarah panjang yang
cukup kelam. Keberadaan mereka dimarginalkan
dan posisi mereka dinomorduakan. Bagi orang-
orang Yahudi wanita martabat mereka tidak lebih
dari seorang budak.
Seorang ayah berhak menjual anak
perempuannya jika ia tidak mempunyai seorang
anak. Ketika wanita haid mereka tidak boleh
makan bersama, karena mereka adalah najis.
Dalam tradisi bani Israil pengurus baitul makdis
selalu diserahkan kepada kaum laki-laki. Kala itu
pengurus baitul makdis adalah tugas terhormat
dan sangat mulia. Tidak sembarang orang boleh
dan bisa melakukannya. Belum ada sejarahanya
pengurus baitul makdis itu wanita. Sampai lahir
seorang wanita yang Allah lebihkan ia dari wanita
seluruh dunia di masanya.
Kisah ini bermula ketika istri Imran tengah
mengandung dan ia bermunajat kepada Allah
SWT. Istri imran bernadzar jika anak yang di
dalam kandungannya kelak lahir. Maka ia akan
serahkan untuk menjadi pengurus baitul makdis
lillahi ta’ala.
Namun ternyata anak yang dilahirkannya
bukanlah seorang anak laki-laki seperti yang
diharapkannya. Itu tidak menjadikannya urung
niat untuk menjadikan anaknya sebagai pelayan
baitul makdis.
Kemudian ia beri nama anak tersebut Maryam.
Maryam adalah bahasa Ibrani yang berati seorang
ahli ibadah yang taat lillahi ta’ala. Istri Imran pun
memohon kepada Allah agar anaknya dimuliakan
dan dilindungi dari gangguan setan yang terkutu.
Harapan dalam doa istri Imran tersebut
dikabulkan oleh Allah swt.
“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar)
dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya
dengan pendidikan yang baik dan Allah
menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap
Zakaria masuk untuk menemui Maryam di
mihrab, ia dapati makanan di sisinya.
Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu
memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab:
“Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah
memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-
Nya tanpa hisab.” (Q.S Ali Imran [2] : 37)
Allah tinggikan derajat kaum wanita melalui
Maryam. Ia adalah wanita pertama dan satu-
satunya yang menjadi pelayan baitul makdis.
Allah SWT jadikan Maryam wanita terbaik di
seluruh dunia pada zamannya. Sebagian ulama
tafsir menyebutkan Maryam adalah wanita
tercantik di zamannya.
“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata:
“Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih
kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu
atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan
kamu).” (Q.S Ali Imran [2] : 37)
Tidak sampai di situ, Maryam adalah wanita
terpilih yang Allah SWT anugerahkan seorang
anak langsung dari kalimat-Nya. Tanpa melalui
proses biologis yang alami.
“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam,
sesungguhnya Allah SWT menggembirakan kamu
(dengan kelahiran seorang putra yang
diciptakan) dengan kalimat (yang datang)
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra
Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di
akhirat dan termasuk orang-orang yang
didekatkan (kepada Allah).” (Q.S Ali Imran [2] :
45)
Penciptaan Nabi Isa as ini seperti penciptaan Nabi
Adam as. Kisah ini ada dalam Alquran kitab yang
dibawa oleh Nabi Muhamad shalallahu ‘alaihi
wasalam. Wallahu a‘lam bi showab.

Penulis adalah santri di Al-Azhar Syarif
Kairo.

Red: Heri Ruslan

Sumber : m.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/05/23/mn8r5g-ibunda-almasih-wanita-yang-dimuliakan-allah-swt

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s