Tak Nyaman dengan Suara Manusia, Penyebab Anak Autis Sulit Diajak Bicara

California – Anak dengan autisme sedikit bermasalah saat diajak berkomunikasi. Namun itu bukan berarti anak dengan autisme tak bisa bicara atau kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain. Sebuah penelitian baru mengungkap bahwa mereka hanya kurang nyaman mendengar suara manusia.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Daniel Abrams, peneliti dari Stanford University di Palo Alto, California mengatakan ada dua teori yang dianggap dapat menjelaskan fenomena ini. “Pertama, meski anak-anak autis pendengarannya normal, mungkin ada masalah dengan pemrosesan suara manusia di dalam otaknya,” terang Abrams.

Sedangkan teori kedua mengatakan ‘isyarat-isyarat sosial’ yang biasanya disampaikan ketika seseorang berbicara bisa jadi tidak mengenai sistem reward otak layaknya orang normal.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini didasarkan pada pengamatan terhadap 20 anak yang mengidap autisme ‘high-functioning’ (IQ, kemampuan berbicara dan membaca normal tapi sulit diajak bercakap-cakap dan menangkap ‘isyarat emosional’ dari suara orang lain). Sebagai pembanding, peneliti juga melibatkan 19 anak yang tidak mengalami autisme dengan usia dan range IQ yang sama.

Kesemua partisipan menjalani scan otak menggunakan functional MRI yang memudahkan peneliti untuk mengukur aktivitas otak partisipan hanya dengan memperhatikan perubahan aliran darah di dalam otaknya. Dari situ diketahui bahwa pada otak anak autis terlihat adanya koneksi yang lemah antara bagian otak yang berfungsi merespons suara manusia dengan dua bagian otak lain yang bertugas melepaskan hormon dopamine sebagai bentuk ‘reward’ dari otak ketika merespons sesuatu.

Tak hanya itu, seperti dilansir Health.com, Sabtu (22/6/2013), koneksi antara bagian otak yang bertugas memproses suara dengan amygdala (bagian otak yang berkaitan dengan emosi, termasuk kemampuan untuk merasakan isyarat emosional dari orang lain) juga terlihat lebih lemah pada anak autis. Akibatnya setiap kali mendengar suara orang lain, anak autis akan cenderung merasa tak nyaman sehingga mereka malas memberikan respons. Bahkan peneliti menemukan semakin parah kondisi autismenya, kemungkinan seorang anak autis akan semakin acuh tak acuh dengan suara orang-orang di sekitarnya.

Hanya saja Abrams dan rekan-rekannya mengakui jika temuan ini terbatas karena hanya mengamati anak-anak dengan kondisi autisme ‘high-functioning’, padahal autisme sendiri mempunyai ‘spektrum’ yang bervariasi: ada yang bermasalah dengan proses sosialisasi tapi tingkat intelijensianya di atas rata-rata; ada juga yang kesulitan berinteraksi dengan orang lain tapi juga mengalami gangguan intelektual.

“Dengan kata lain kami tak dapat memastikan apakah pola konektivitas otak yang sama juga terlihat pada spektrum autisme lainnya,” pungkas Abram.

Rahma Lillahi Sativa – detikHealth

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s